On Kamis, 31 Maret 2011 0 comments

Dinas Perhubungan Kota Surabaya memasang fasilitas Closed Circuit Television (CCTV) di Terminal Bratang tepat nya berada di lantai 2, dengan jumlah 5 buah kamera dimana masing-masing CCTV tersebut terhubung langsung dengan beberapa tempat di antar lain :



1. Terminal Tambak Wedi
2. Terminal Manukan
3. Terminal Dukuh Kupang
4. Terminal Purabaya dan
5. Kantor Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Menurut Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Surabaya Ir.Irvan Wahyudrajad, M.M.T, pemasangan fasilitas CCTV di terminal merupakan salah satu bentuk peningkatan layanan publik terhadap masyarakat pengguna jasa transportasi. Dengan pemasangan CCTV di terminal bratang diharapkan kenyamanan dan keamanan masyarakat pengguna jasa transportasi publik lebih terjamin.

Selengkapnya...

On Sabtu, 12 Februari 2011 0 comments

Kepala UPTD Joyoboyo Bpk. Radianto melakukan kunjungan mendadak di Terminal Bratang yang juga merupakan Bagian Wilayah UPTD Joyoboyo. bagaimana penerapan Retribusi Terminal Bratang.Dalam penuturannya Pelaksana Lapangan Bu Dwi Beserta KANIT pak Daryanto mengatakan " Bahwa tidak ada masalah dalam penerapan Perda Parkir Terminal,Walaupun awalnya Para Pengemudi Bus menolak karena Multi tafsir dengan perda Tersebut terutama mengenai Bus Kota Jalur Panjang ,Tapi dengan sosialisasi secara bertahap dan kordinasi dengan Pimpinan Joyoboyo akhirnya Pengemudi Bus bisa menerima pelaksanaan Retribusi Terminal"

Dalam kesempatan tersebut Kepala UPTD sempat melihat Spanduk yang terpasang di Depan Kantor Terminal Bratang. Dia merasa cukup puas. dan berharap kordinasi kedepannya baik internal maupun external terminal di tingkatkan sehingga permasalahan yang terjadi di Terminal Wilayah UPTD JOYOBOYO segera cepat terselesaikan dengan baik dan cepat
Selengkapnya...

On Senin, 24 Januari 2011 0 comments

Dishub Remajakan 445 MPU
Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya terus berupaya memperbaiki layanan armada angkutan umum. Salah satunya dengan mengalihkan pemakaian bahan bakar bensin ke bahan bakar gas (BBG). Langkah dishub memasang konverter ( Mesin Penganti BBM) di mobil penumpang umum (MPU) merupakan salah satu peremajaan. Di sisi lain, penggunaan BBG dikenal ramah Lingkungan.
"Sudah hampir seminggu ini sedikitnya 445 MPU telah ganti BBG", ungkap Kepala Bidang Angkutan Dishub Surabaya Ari Winarno. Dia menjelaskan, peremajaan tersebut sesuai dengan tuntutan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Pembatasan Usia Angkutan Umum.

Program pengalihan penggunaan BBM ke BBG bagi MPU dilakukan secara bertahap. Awal tahun ini pihaknya mendapat jatah 445 konveter dari pemerintah pusat.semual, pihaknya mengajukan 1000 konveter. Jatah itu diprioritaskan untuk MPU yang berkondisi kurang layak.

Diantara 58 trayek, dishub memprioritaskan 29 trayek yang dianggap memiliki permintaan tinggi. Dengan program itu, terang Ari, pemakaian BBM bisa lebih hemat. Ketika harga bensin pre liter mencapai Rp 4500, BBG berkisar Rp 3250 perliter

Para Sopir MPU tidak perlu risau mengisi bahan bakar gas. Saat ini, sudah ada tiga SPBU gas. yakni di Balongsari, Brebek dan Jogoloyo. Pihaknya tengah bekerjasama dengan pemasok agar bisa menyediakan stasiun BBG bergerak di beberapa terminal. Salah satunya di terminal joyoboyo. "Stasiun pengisian nanti itu secara dinamis. Bisa melayani secara mobile di terminal ke terminal," terangnya

Sementara itu, ketua Karteker Organda Surabaya Ateng Aryono sedang mendata jumlah angkutan umum yang perlu di remajakan. " Penataan terhadap angkutan umum selama ini masih konvensional", ujarnya kemarin. Ketika disinggung tentang jumlah angkutan umum yang sudah tidak layak,pejabat yang mengantikan Wastomi Suheri itu belum bisa memastikan. Pihaknya akan melakukan studi kasus dengan mengandeng ahli transportasi.Selain itu, dia masih berkonsolidasi dengan pengusaha angkutan umum untuk peremajaan.
Selengkapnya...

On Jumat, 21 Januari 2011 0 comments

Selain bakal menaikkan tarif uji kir , Dinas Perhubungan Kota Surabaya mulai 1 Februari 2011 juga akan menaikkan retribusi terminal. Nantinya jenis kendaraan yang masuk ke terminal akan dikenai retribusi terminal yang bersifat progresif.

Di setiap kedatangan, kendaraan akan dikenai retribusi. Kemudian dalam dua jam pertama di tempat parkir akan dikenai retribusi lagi. Sedangkan jika melewati dua jam tersebut, masih akan dikenakan retribusi lagi yang hitungannya diberlakukan tiap satu jam sekali.

“Aturan ini merupakan pelaksanaan Perda No.12 Tahun 2010 tentang Retribusi Terminal yang diundangkan 30 November 2010 lalu,” kata Kepala Dishub Kota Surabaya Eddi,

Ia mengatakan, atas perda ini juga telah dikeluarkan Instruksi Walikota No. 15 Tahun 2010. Perda itu sendiri merupakan perubahan perda lama No. 7 Tahun 2001. Dari perubahan tersebut, terdapat perbedaan besaran retribusi yang akan dikenakan pada kendaraan (lihat tabel).

Eddi menerangkan kenaikan retribusi ini akan diberlakukan di tiga terminal, yakni Terminal Tambak Osowilangon, Joyoboyo dan Pangkalan. “Kami tidak bisa menerapkan di Purabaya (Bungurasih) karena wilayah di sana masuk Sidoarjo. Sedangkan Perda Surabaya hanya bisa mengatur di Surabaya,” terangnya.

Sementara itu, atas kenaikan kedua tarif ini, target pendapatan Dishub diproyeksikan ikut mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sebesar Rp 7 miliar pada tahun 2010, kemungkinan akan naik menjadi Rp10,4 miliar di tahun 2011
Selengkapnya...

On Jumat, 07 Januari 2011 0 comments

Untuk urusan lalu lintas, jalanan di surabaya masih menjadi salah satu pembunuh cukup sadis. Data hasil analis dan evaluasi Satlantas Polresta Surabaya menunjukan hal tersebut. Jumlah kecelakaan menurun, namun jumlah orang yang tewas akibat kecelakaan meningkat.

Sepanjang 2010, ada 711 kecelakaan atau setiap hari ada dua kecelakaan. Sebenarnya jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat 855 kasus. Namun, fatalitasnya justru meningkat.Bila pada 2009 hanya ada 229 orang tewas di jalanan Surabaya, pada 2010 jumlahnya meningkat menjadi 324 Orang. Dengan kata lain, hampir setiap hari ada satu orang tewas di jalanan Surabaya.Sementara itu, peningkatan juga terjadi pada korban luka berat.yakni, dari 176 orang yang mengalami patah tulang atau amputasi karena kecelakaan pada 2009 bertambah menjadi 240 orang yang harus mendapat penangganan medis berat pada 2010. Total kerugian material Rp 577 juta sepanjang gara - gara kecelakaan.
Selain itu,perilaku pengendara sepeda motor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Simak saja data berikut. Sepanjang 2010, tercatat ada 883 Sepeda motor yang terlibat kecelakaan. Jauh lebih tinggi daripada kendaraan peringkat kedua, yakni mobil station wagon, yang tercata 155 kendaraan.

Buruknya perilaku pengendara di jalan juga terlihat dari jumlah kecelakaan menurut cuaca. Total ada 701 kecelakaan pada saat cerah dan keringm 1 kecelakaan karena jalan licin, dan hanya 9 kecelakaan saat hujan. Jadi, Cuaca bisa dikesampingkan dari faktor penyebab kecelakaan. Pelanggaran markah juga masih menjadi nomor satu penyebab kecelakaan. Total ada 436 kecelakaan yang didahului oleh pelanggaran markah jalan. Itu jelas - jelas merupakan indikasi kuat bahwa buruknya perilaku berkendara di jalan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan

Maka Kasatlantas Polrestabes Surabaya yang baru AKBP Asep Akbar Hikmana mempunyai tugas sangat berat. Yakni, harus melakukan serangkaian terobosan untuk mendisiplinkan perilaku pengendara. " Kami masih melakukan kajian untuk membuat sebuah kebijakan yang tepat," kata perwira yang baru saja dilantik pada pertengahan Desember 2010 itu.

Pria lebih Ceroboh
Sementara itu,berdasar data anev Satlantas Polrestabes Surabaya, ada hal menarik terkait dengan masalah gender, Meski secara umum ada anggapan ada anggapan bahwa cara mengemudi perempuan lebih berbahaya ketimbang pria (sering ragu - ragu dan tidak "tegas " dalam berkendara) faktanya menyebutkan sebaliknya

Data Satlantas Polrestabes Surabaya menyebutkan bahwa pelaku kecelakaan menurut jenis kelamin yang paling banyak adalah pria,yakni 531 pria dan 52 perempuan. Meski data menyebutkan bahwa satu diantara empat pengemudi adalah perempuan, tetap saja pada pria lebih ceroboh daripada perempuan. Sebab, selisihnya sepuluh kali lipat.

Perbandingan tersebut semakin menurun bila dibandingkan dengan 2009. Perbandingannya adalah diantara sembilan kali kecelakaan baru satu yang terjadi pada perempuan. Itu berarti semakin tahun, semakin pria menjadi ceroboh dalam berkendara.
Selain itu,cara berkemudi khas pada perempuan membuatnya terhindar dari korban kecelakaan. Bukti hanya ada 210 perempuan yang menjadi korban kecelakaan. Sementara itu, pada periode yang sama, ada 731 pria yang menjadi korban kecelakaan

Selengkapnya...

On Rabu, 22 Desember 2010 3 comments

Sikap pemkot yang menolak tol tengah kota dinilai sejumlah pakar cukup beralasan. Sebab,proyek jalan layang bebas hambatan itu bukan solusi utama untuk mengatasi kemacetan. Jaringan jalan lingkar barat dan timur dianggap lebih efektif untuk mengurai kepadatan di jantung kota. Jaringan jalan itu juga diakomodasi dalam perda 3/2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW).

Pakar tata kota dari ITS Johan Silas menyatakan, RTRW Surabaya sejatinya mencantumkan secara lengkap rencana jaringan jalan di kota ini. Berdasar aturan itu,jaringan jalan terbentang dari timur sampai barat plus koridor selatan - udara. " Pertanyaan tol tengah nanti diposisikan seperti terhadap sistem jalan tersebut?" ujarnya

Menurut dia,jika tol itu tidak dibangun, sistem jalan di Surabaya tak bakal terpengaruh."Tol Tengah itu sebuah tawaran. Karena itu,harus dilihat dulu menguntungkan atau tidak," cetusnya

Johan memaparkan,jaringan jalan di Surabaya dibuat seperti papan catur.Kota ini bisa dicapai dario empat arah. bukan hanya melalui koridor dua arah,utara - selatan. Tapi lewat enam pintu masuk - keluar dari barat dan timur.

Jalur lingkar barat,misalnya mulai dibangun pada 2011. Paling lambat lima tahun mendatang johan optimis bahwa koridor utara - selatan maupun enam pintu masuk - keluar barat-timur bisa terakses semua."Jaringan jalan itu sudah praktis mengantikan satu titik seperti rencana pembangunan tol tengah jl. A yani." Paparnya

Johan Lantas membandingkan dengan kemacetan di jakarta. Menurut dia,kemacetan itu terjadi karena hanya bergantung pada tujuh koridor yang dimiliki. Surabaya tidak akan meniru hal tersebut. sebab selain memiliki koridor utara - selatan, jaringan jalan di surabaya di bikin menyebar."Investor tol Tengah ngak paham tata kota Surabaya," cetusnya
Lebih lanjut Johan menjelaskan,A. Yani hanya macet pada jam - jam tertentu. Terutama pada pagi dan sore hari atau saat jam berangkat atau pulang kerja dan sekolah. Hal itu berbeda dari kemacetan di jakarta yang terjadi sepanjang waktu. Seperti,di daerah kuningan maupun Jalan Sudirman.

Karena itu,jika frontage road, middle east ring road (MERR), middle west ring road (MWRR) terealisasi, johan optimis kemacetan dikota ini akan terurai. Dampaknya, sebut dia kesempatan untuk pengembangan perkonomian di semua wilayah bakal terbuka lebar." Anda akan peluang yang sama. Kalau hanya diperkuat koridor tengah, perkembangan ekonomi akan terpusat tidak tersebar," ungkapnya

hal senada ditekankan pakar statistik dari ITS Kresnayana Yahya. Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi kedepan lebih banyak dikawasan surabaya barat dan Timur. Sebab dikawasan itu tumbuh banyak perkantoran dan pusat bisnis. Dengan begitu,rencana pemkot membuka jalan di Surabaya Barat dan Timur di nilai Sangat pas.

Untuk mematangkan konsep jaringan jalan tersebut, pemkot sudah memiliki rancangan detail. Kepala Dinas PU Bina marga dan Pematusan Erna Purnawati menyatakan,surabaya memiliki enam pintu masuk - keluar di Surabaya Barat dan Timur.

Zona A (Pintu masuk 1) dimulai dari Kali Anak, berlanjut perak, dan berakhir di kenjeran. Zona B mencakup Tol perak - Dupak - Jalan Gresik Tol Timur. Zona C melingkupi Kejawan Putih Tambak - ITS- Sulawesi- Pandegiling- Banyu Urip-Tandes - Sememi -Benowo.
Zona D meliputi Wonorejo - Kedung Baruk - Jagir - Aditya Warman - HR . Moehamad - Lakar Santri. Zona E mencakup Medokan Ayu-Rungkut - Jemursari - Gayungan -Mastrip- Jalan Baru."Rencananya,pemkot bikin jalan baru di sekitar jalan Bogangin, dekat Mastrip,"terangnya. Sementara itu Zona F meliputi Tol Sumo -Tol Waru juanda- MERR 1

Erna menambahkan, Surabaya juga memiliki enam koridor yang bejejer dari selatan ke utara (lebih lengkap lihat grafis). Yang pasti,kata dia, pemkot sudah menyiapkan anggaranya. Dana itu akan digunakan untuk meneruskan pembangunan MERR maupun jalur lingkar Barat.

Pada 2011 pembebasan jalan untuk MERR II-C dianggarkan sebesar Rp44,3 Miliar. Luas lahannya 20 Ribu meter persegi.Jalur Lingkar Barat dimulai dengan pembebasan lahan seluas 3.500 meter persegi. Anggaran yang disiapkan Rp 5,7 Miliar,sedangkan anggaran fisiknya diplot Rp 2,4 miliar. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap "Semua dibangun dengan dana APBD.Proyeksinya lima tahun jaringan jalan ini sudah terbentuk".jelas erna
Selengkapnya...

On 0 comments

Para pengunjung di taman - taman Surabaya kini harus gigit jari.Mereka tak bisa lagi mengakses internet dengan gratis.Sebab,pemkot dan Telkom sepakat membatasi koneksi wifi di area ruang terbuka hijau (RTH). Tak urung,berkurangnya fasilitas area bebas internet itu membuat para pengunjung kecewa.

Itu dialami Lidya,Salah seorang mahasiswa,saat menyalakan laptopnya di taman bungkul.Tak seperti biasa,kemarin siang koneksi wifi telkom tak mau menyambung. Lidya pun berkali - kali mencobanya,namun koneksi tetap error. "Ealah udah gak nyambung lagi," ucapnya

Dia bertanya kepada beberapa pengunjung lain di taman itu.Menurut mereka,koneksi tersebut sudah lama putus. Lidya pun memasang wajah cemberut. "Wah,ngak asyik lagi dong datang ke taman," cetusnya

Lidya dan kawan- kawan memang rutin berkunjung ke taman.Jujukan mereka biasanya Taman Bungkul atau kebun bibit. Disana mereka kerap nongkrong sambil berdikusi. Sembari melakukan kegiatan itu,mereka manfaatkan layanan internet gratis."Waduh,bisa ngak ya pemkot menyediakan wifi lagi," ujarnya

Kepala dinas Informasi dan Komunikasi (Disinfokom) Chalid Buhari mengatakan tak semua semua taman di beri fasilitas wifi. Menurut dia,hanya dua taman yang di beri fasilitas itu oleh pemkot,yakni taman mundu dan Prestasi. Pemasangan speedy di dua taman dibiayai APBD.

sementara itu,pemasangan speedy di taman - taman lain merupakan program corporate social responbility (CSR) PT Telkom."Itu murni program mereka,selama ini,pemkot memang bekerja sama dengan PT. Telkom,namun untuk pelatihan para guru saja. Bukan soal pemasangan Speedy di taman," tuturnya

Chalid mengatakan,dalam waktu dekat ini pemkot juga belum berencana untuk menambah fasilitas itu di taman - taman sebab prioritas pemkot adalah membenahi internal sendiri.

Humas PT Telkom Dwi Anggara mengakui, pihaknya memutus koneksi wifi di beberapa taman. Alasannya program tersebut sudah berakhir. Menurut dia,CSR PT Telkom memiliki program memperkenalkan internet gratis kepada masyarakat selama dua tahun.

Program itu,kata dia,berakhir pada 2009. Sejak itu pemasangan Speedy di beberapa taman memang terbatas. Penghentian program tersebut juga dilakukan seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat berinternet. Berbagai fasilitas pun sudah dimilik masyarakat. " Namun,saya akan coba mengonfirmasikan hal ini lebih lanjut lagi." tuturnya
Selengkapnya...